Tampilkan postingan dengan label Cerita Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Nabi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Januari 2015

Pesan Pesan Nabi Adam

Pesan pesan nabi adam pada nabi syist. (شيث ) anaknya

Nabi adam berwasiat pada anaknya nabi syist. Dengan lima perkara. Dan kelak berwasiat juga terhadap anak cucunya setelah ia mati.

1  .     Ia berkata pada syist “katakanlah !pada cucu cucumu janganlah kalian merasa tentram terhadap dunia sebab aku hanya tentram dengan surga yang kekal namun Allah SWT mengeluarkankau”.
2  .     Katakan pada mereka agar jangan bersikap mengikuti kesenangan wanita sebab aku pernah bersikap menuruti istriku dengan makan buah khuldi namun yang kudapat hanya sebuah penyesalan.
3  .     Katakan pada mereka!! Setiap perbuatan yang hendak dikerjakan pikir dulu akibatnya. Karna andai aku memikir akibatnya. Pasti yang menimpaku sekarang tidak akan terjadi.
4  .     Katakan pada mereka!! Bilamana hatimu goncang menghadapi sesuatu. Jahuilah sesuatu itu, sebab ketika aku makan buah khuldi hatiku tergoncang hebat akhirnya aku menyesal.
5  .     Bermusyawarohlah bila memutuskan perkara. Sebab dulu andai aku bermusyawaroh dengan para malaikat pasti tidak akan terjadi apa yang menimpaku.


  Refrensi                     : kitab mukasyafatul qulub. ( مكاشفة الكلوب)

Jumat, 08 Agustus 2014

Pesan Pesan Nabi Hidir

Pesan Pesan Nabi hidir kepada nabi musa Alaihissalam

Ketika nabi hidir hendak berpisah dengan nabi musa. nabi musa bekata “Berilah aku nasehat!” Nabi Khider berkata “Wahai musa… Jadilah engkau orang yang berguna bagi orang lain! dan janganlah menjadi orang yang menimbulkan kecemasan diantara mereka, hingga kamu di bencinya…! Jadilah kamu orang yang senantiasa menampakkan wajah ceria. dan janganlah mengkerutkan dahimu kepdanya!! Dan janganlah pula kamu berkeras kepala, atas bekerja tanpa tujuan, apabila kamu mencela seseorang hanya karna kekeliruannya, kemudian tangisilah dosa dosamu. Wahai musa, pelajarilah ilmu ilmu pengetahuan! Agar kau dapat memahami apa apa yang belum kau mengerti, tapi jangan kau jadikan ilmu ilmu itu sebagai bahan omongan. Wahai musa… sesungguhnya orang selalu memberi nasehat itu tidak mengetahui kejemuan seperti yang dirasakan oleh orang orang yang mendengarkannya. Maka jangan kamu berlama - lama! bila kamu menasehati kaummu! Dan ketahuilah bahwa hatimu itu adalah ibarat satu bejana yang harus kau rawat dan kau jauhkan dari hal-hal yang dapat memecahkannya, kurangilah usaha usaha duniamu! Dan buanglah jauh-jauh dibelakangmu! Karna dunia bukanlah alam yang engkau tempati selama lamanya. Kamu diciptakannya adalah untuk mencari tabungan pahala-pahala Akhirat kelak. Bersikaplah ikhlas dan bersabar hati menghadapi musibah maksiat kaummu.
Hai musa… tumpahkanlah semua pengetahuanmu (ilmu) karna tempat yang kosong akan terisi oleh ilmu yang lain! Janganlah banyak ngomong dengan ilmumu, tetapi sedang sedanglah karna kau akan di ejek ejekkan kaum ulama’ Dan sikap sederhana itu akan menghalangi aibmu dan membuka taufiq Allah untukmu. Berantaslah kebodohan kaummu! Dengan membuang sikap masa bodoh yang mungkin menyelimutimu. Ketahuilah!! Sikap semacam ini hanyalah ada pada orang orang yang Arif dan bijaksana. Apabila datang kepadamu seorang bodoh, kemudian dia mencacimu, Redamlah dia dengan kedewasaan dan keteguhan hatimu. Hai Musa.., tidaklah kau sadari bahwa ilmu Allah yang kau miliki sedikit sekali, sesungguhnya menutup nutupi kekurangan atau bertindak sewenang wenang adalah menyiksa diri sendiri. Hai musa jangan kau buka pintu ini! bila kau tidak bisa menguncinya. Jangan pula kau coba coba menguncinya bila kau tidak bisa membukanya. Hai musa.. barang siapa yang suka menumpuk numpuk harta, maka dia sendiri akan mati tertimbun karenanya.

Sabtu 06 syawal 1435 H